Desa Digital Sepakung Banyubiru Ambarawa Kabupaten Semarang dan Souvenir Khasnya

Nasmoco Karangjati - Sepakung, sebuah desa di kecamatan Banyubiru Ambarawa Kabupaten Semarang, dengan kondisi jaringan seluler yang minim, membuat warganya dan pengunjung wisata sulit untuk berkomunikasi secara online. Pengguna jaringan internet terutama yang mengeluh tidak bisa menggunakan data seluler mereka untuk online.

Oleh karena itu perlu suatu cara baru untuk menjawab tantangan zaman yang serba online ini, perkembangan teknologi yang semakin lama semakin merajalela dan tersebar ke seluruh pelosok negeri, membuat Pemerintah Desa Sepakung menggagas sebuah program yang dinamai dengan Desa Digital.

Desa Digital adalah Desa dengan pelayanan menggunakan sebuah aplikasi untuk memudahkan sesuatu hal yang sulit, dalam bidang pelayanan, keamanan, darurat juga dalam kebencanaan alam yang dapat diakses mudah hanya dengan satu klik pada aplikasi android.

Warga Desa Sepakung yang terkendala sulit jaringan seluler, kini telah difasilitasi jaringan wifi yang dapat di akses oleh seluruh lapisan masyarakat. Jaringan wifi tersebut menjadi sarana warga desa untuk menggunakan aplikasi android. Saat ini karena kemudahan hal tersebut, maka akses internet oleh warga dan pengunjung dapat dilakukan dengan lancar.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meresmikan Desa Digital Sepakung, Banyubiru, Kabupaten Semarang, akhir Januari 2018 kemarin. Menurut Ganjar, dengan fasilitas digital warga bisa memasarkan produk kerajinan desa, hingga potensi wisata secara online.
 
Dengan Desa Digital, pihaknya berharap Desa Sepakung bisa menjadi desa wisata yang sejahtera dan mandiri. Dalam rangka promo dan sosialisasi kepada masyarakat atas potensi desa wisata, minimal dibutuhkan jejaring digital. Maka perlu sinergitas melibatkan warga desa, pemerintah desa, pemerintah kabupaten, pemerintah propinsi, dan akademisi perguruan tinggi.

Dengan kondisi pegunungan yang dipenuhi oleh rimbunnya kayu pinus, semula batang kayu pinus digunakan oleh warga untuk kebutuhan kayu bakar, karena memang getah kayu pinus ini memang mudah sekali terbakar layaknya minyak, maka dari itu warga Desa Sepakung di sela-sela kesibukan bercocok tanam, mereka juga mencari batang kayu pinus yang sudah jatuh dari pohon untuk bahan bakar dapur mereka.
 
Baru-baru ini, Desa Sepakung telah dijadikan salah satu desa binaan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS).  “Diawali 2017 silam dengan pencanangan Gosepakung yang dikerjakan mahasiswa KKN PPM UPGRIS dengan dukungan hibah pendanaan dari Kemenristekdikti,” jabar Kepala Pusat Pemberdayaan Masyarakat dan KKN UPGRIS, Drs Sudargo MSi.

Sejak awal 2018, telah dimulai pelaksanaan pengabdian masyarakat dengan memanfaatkan potensi kayu pinus yang dikemas dalam berbagai bentuk kerajinan tangan yang bisa dipasarkan oleh dosen Teknik Mesin UPGRIS, Gostsa Khusnun Naufal SPd MT. Yang bersangkutan, memanfaatkan potensi bahan potongan dahan kayu pinus dari Desa Sepakung yang semula sekadar digunakan untuk kayu bakar. Dari potensi kayu pinus yang banyak, yang semula menjadi kayu bakar, ternyata bisa dikembangkang menjadi bahan souvenir yang mahal harganya. Dengan di olah oleh tangan kreatif, ternyata batang kayu pinus bisa menghasilkan karya seni yang luar biasa.

“Saya sangat menyayangkan, batang kayu pinus cuma di buat bahan bakar dapur, padahal jika di olah dengan teliti, dapat menjadi kerajinan tangan yang mahal harganya ” kata Fadil, pengrajin souvenir.
“Dengan alat seadanya, saya mencoba membuat gantungan kunci dan plakat yang terbuat dari batang kayu pinus, yang nanti hasilnya bisa menjadi daya tarik bagi pengunjung wisata”, tambahnya.

foto : souvenir dari batang kayu pinus (sumber:gosepakung.com)
Kegiatan ini digagas sejak ahir 2017, hingga bisa mendesain sebuah souvenir yang memang layak jual. Para pengunjung mulai tertarik dengan souvenir ini, sudah banyak pula yang pesan untuk dibuatkan tulisan dinding sesuai dengan selera mereka.

“Harapanya, dengan berkembangnya souvenir ini, bisa menjadikan lapangan pekerjaan untuk warga Desa Sepakung dan menjadi produk unggulan Wisata Sepakung untuk menarik pengunjung wisata yang pada ahirnya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” ungkap Kepala Desa Sepakung, Ahmat Nuri. Hasil kerajinan desa dari pinus serta produk lainnya ini nantinya bisa dipasarkan secara online.

Sumber: Gosepakung.com